Halal dan hasil keringat sendiri


Islam memberikan sesuatu yang terbaik bagi hamba-hambanya dalam hal apapun dan dalam kategori apapun sehingga dalam setiap mas’alah islam selalu memberikan penjelasan dan petunjuk untuk menjadikan hamba-hambanya mulia di dunia dan di akhirat.

Tidak ketinggalan dalam hal mencari rezeki dan usaha pun islam mengajarkan yang terbaik dengan menyuruh untuk berusaha dengan cara yang “Mabrur” yaitu diterima oleh hukum, jujur tanpa ada dusta dan tipu menipu, juga halal bukan hal-hal yang dilarang oleh Agama, karena sesuatu yang haram tidak ada kebaikan didalamnya.

Sebagimana rasulullah Sollallahu Alaihi wa Sallam menyampaikan:

(اَفْضَلُ الكَسْبِ بَيْعٌ مَبْرُوْرٌ وَعَمَلُ الرَجُلِ بِيَدِهِ (البزار وأحمد

“Seutama-utama usaha adalah jual beli yang Mabrur (jujur, diterima, halal) dan usaha dengan tangan sendiri (Hasil keringat sendiri)” (R al-Bazzar, Ahmad)

(خَيْرَ الكَسْبِ كَسْبُ يَدَى عَامِلٍ اِذَا تَصَحَ (رواه احمد

“Sebaik-baiknya usaha, ialah usaha tangan pekerja jika jujur (R. Ahmad)”

وَعَنْ المِقْدَامِ بن يَكْرِبَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَبِى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( مَا أَكَلَ اَحَدٌ طَعَامَا قَطٌ خَيْرًا مِنْ اَنْ يَاْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَاَنَّ نَبِىَ الله دَاوُدَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَاكُل مِنْ عَمَلِ يَدِهِ) رواه البخارى

Dari Al-Miqdam Ibn Ma’di Karib r.a dari Nabi Sollallahu Alaihi wa Sallam berliau bersebda: “Tidak ada sama sekali orang yang memakan makanan lebih baik dari pada memakan dari hasil usahanya sendiri. Sesungguhnya Nabi Allah Daud Sollallahu Alaihi wa Salaam beliau makan dari hasil usahanya sendiri (bekerja keras bukan meminta-minta) (HR. Bukhari)