Malam lebih dahulu daripada siang


Manakah yang lebih dulu malam atau siang.?

الليل أم النهار أيهما كان قبل الآخر

وأخرج أبو الشيخ عن ابن عباس أنه سئل أيهما كان قبل: الليل أم النهار قال :الليل ثم قرأ: (أَوَلَم يَرَ الَّذين كَفروا أَنَّ السَّمَواتِ وَالأَرضَ كانَتا رَتقاً فَفَتَقناهُما) ثم قال كان بينهما ظلمة، وذلك لتعلموا أن الليل كان قبل النهار

Telah mengeluarkan Abu Syaikh yang diterima dari Ibnu Abbas bahwa sesungguhnya Ibnu Abbas ditanya: “Mana yang lebih dulu, Malam atau Siang.? Ibnu Abbas menjawab: “Malam yang lebih dulu” Kemudian Ibnu Abbas membacakan Ayat :

أَوَلَم يَرَ الَّذين كَفروا أَنَّ السَّمَواتِ وَالأَرضَ كانَتا رَتقاً فَفَتَقناهُما

“Atukah oarang-orang kafir itu tidak melihat/mengetahui bahwa langit (ruang alam) dan bumi (materi alam) itu dahulu sesuatu yang padu, kemudian Kami pisahkan keduanya itu. (Q.S. Al-Anbiya’ : 30)”

Kemudian Ibu Abbas mengomentari ayat yang dibacakan tadi: Bahwa diantara keduanya (langit dan bumi) ada kegelapan, dan dengan itu supaya kalian mengetahui bahwa Malam ada sebelum siang.

Sumber Kitab Asrarul Kaun (Jalaluddin As-Suyuthi)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s